"Guna menopang tren peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga terus memperkuat perannya sebagai market leader jalan tol di Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dimiliki, Perseroan telah mengoperasikan 1.294 KM jalan tol yang setara dengan 42% dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia," tuturnya.
Penguatan jaringan ini terus dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah ruas baru, tim redaksi lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Pengembangan proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru (traffic generation) sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional.
"Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antar ruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani," jelas Rivan.
Seiring dengan perluasan konektivitas fisik tersebut, Jasa Marga mengimbangi langkahnya dengan melakukan transformasi menyeluruh pada standar layanan pengguna.
"Kami menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur (infra as structure) menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan (infra as culture) dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik, yaitu melalui penguatan layanan preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), peningkatan layanan rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan pengguna selama perjalanan (support the journey), serta penguatan layanan informasi yang memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses (inform the journey)," ujar Rivan.
Pada layanan preservasi, penguatan ekosistem pemeliharaan berbasis teknologi presisi tinggi, seperti armada inspeksi Hawkeye dan sistem pemantauan serta pelaporan digital TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System). Sistem ini memungkinkan identifikasi kondisi perkerasan jalan secara dini sehingga penanganan dan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat, terstandar, dan minim gangguan terhadap kenyamanan berkendara.