Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp24,31 triliun pada 30 September 2026, meningkat 14% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp21,30 triliun. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan kewajiban operasional serta penambahan pinjaman bank untuk mendukung pengembangan Proyek Tanjung Enim-Kramasan.
Sementara itu, total ekuitas Perseroan meningkat 20% menjadi Rp27,24 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp22,62 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan saldo laba seiring dengan pencapaian laba bersih Perseroan sepanjang periode berjalan.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat naik dari sebelumnya Rp4,20 triliun menjadi Rp4,44 triliun atau naik 9% YoY. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan profitabilitas serta penurunan pembayaran pada pemasok dan pembayaran bunga.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat naik dari periode sebelumnya Rp2,21 triliun menjadi Rp3,50 triliun sampai dengan 30 September 2026. Kenaikan penggunaan kas untuk aktivitas investasi tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya penempatan deposito berjangka atas Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat turun dari periode sebelumnya Rp2,17 triliun menjadi Rp0,70 triliun sampai dengan 30 September 2026. Penurunan penggunaan kas bersih tersebut terutama dipengaruhi oleh pembayaran dividen yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, serta peningkatan penerimaan pinjaman jangka panjang untuk mendukung pembiayaan Proyek Tanjung Enim-Kramasan.
Corporate Secretary Division Head Eko Prayitno menyampaikan Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, dan percepatan penyelesaian proyek strategis.
"Ke depan, PTBA akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis. Sejalan dengan itu, Perseroan juga terus mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan bisnis energi dan hilirisasi batu bara sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan energi yang berkelanjutan. Berbagai langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," pungkas Eko.