Konsumsi makanan kaya karotenoid dalam jumlah sangat besar dan terus-menerus juga dapat memicu karotenemia, yakni perubahan warna kulit menjadi kuning-oranye akibat penumpukan karotenoid. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah asupannya dikurangi.
Ahli gizi Joy Dubost, PhD, RD, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan produk olahan labu. Pai, minuman manis, dan makanan panggang berperisa labu dapat mengandung gula tambahan, lemak jenuh, atau kalori dalam jumlah tinggi.
Labu segar dapat diolah menjadi sup atau campuran makanan panggang. Bijinya juga bisa dipanggang menjadi camilan yang mengandung magnesium dan lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan jantung.
Penerjemah: Sri Dewi Larasati