NADIKABAR.COM β€” Buah labu atau pumpkin yang identik dengan dekorasi Halloween juga memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari menjaga kesehatan mata, mendukung kekebalan tubuh, hingga melancarkan pencernaan.

β€œLabu kaya akan serat, vitamin A, C, dan E, mineral, serta antioksidan,” kata ahli gizi Melanie Marcus, MA, RD, yang berbasis di Charlotte, Carolina Utara, dikutip dari Real Simple, Jumat (23/10).

Labu mengandung beta-karoten, karotenoid yang memberikan warna oranye sekaligus dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga penglihatan, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta memelihara kesehatan kulit dan jaringan tubuh.

Selain itu, labu mengandung lutein dan zeaksantin yang terakumulasi di retina dan membantu melindungi mata dari stres oksidatif.

Kandungan seratnya juga mendukung kesehatan usus dan pencernaan. Satu cangkir labu kalengan mengandung sekitar tujuh gram serat.

Sementara itu, vitamin C dan E, serta mineral seperti tembaga, seng, dan zat besi, turut mendukung fungsi kekebalan tubuh. Kalium dan magnesium di dalamnya juga bermanfaat bagi kesehatan jantung dan tulang.

Ahli gizi Alexander LeRitz, MSc, RDN, CDN, CNSC, CPT, mengatakan konsumsi labu dalam porsi wajar setiap hari umumnya aman dan dapat membantu meningkatkan asupan serat, kalium, serta zat gizi mikro lainnya.

β€œLabu merupakan cara mudah untuk meningkatkan asupan sayuran, serat, kalium, dan zat gizi mikro lainnya dalam pola makan,” kata LeRitz.

Meski demikian, peningkatan asupan serat secara mendadak dapat menyebabkan perut kembung atau bergas, terutama bagi orang yang belum terbiasa mengonsumsi makanan kaya serat.

Konsumsi makanan kaya karotenoid dalam jumlah sangat besar dan terus-menerus juga dapat memicu karotenemia, yakni perubahan warna kulit menjadi kuning-oranye akibat penumpukan karotenoid. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah asupannya dikurangi.

Ahli gizi Joy Dubost, PhD, RD, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan produk olahan labu. Pai, minuman manis, dan makanan panggang berperisa labu dapat mengandung gula tambahan, lemak jenuh, atau kalori dalam jumlah tinggi.

Labu segar dapat diolah menjadi sup atau campuran makanan panggang. Bijinya juga bisa dipanggang menjadi camilan yang mengandung magnesium dan lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan jantung.

Penerjemah: Sri Dewi Larasati