Menariknya, makam ini tidak memiliki benda bekal kubur seperti tembikar maupun barang lainnya. Namun, posisi kerangka serta keterkaitannya dengan sisa permukiman di sekitarnya membantu peneliti mengidentifikasi periode kebudayaannya.
Kerangka tersebut dikaitkan dengan Linear Pottery Culture atau budaya tembikar berpita (Linearbandkeramik), salah satu komunitas pertanian awal di Eropa yang berkembang sekitar 5.500-4.500 SM.
Nama kebudayaan ini berasal dari pola dekorasi berupa garis-garis bergelombang dan spiral pada wadah keramik yang mereka buat. Sebaran peninggalannya ditemukan di wilayah luas, mulai dari Hungaria hingga Cekungan Paris di Prancis.
Masyarakat dalam kebudayaan tersebut hidup pada masa peralihan besar dalam sejarah manusia. Mereka mulai meninggalkan pola hidup yang bergantung pada berburu dan meramu, kemudian mengembangkan pertanian, beternak, serta membangun permukiman permanen.
Salah satu ciri khas kehidupan mereka adalah rumah-rumah kayu berukuran panjang. Hal ini juga ditemukan di lokasi pembangunan sekolah di Leipzig.
Arkeolog mengidentifikasi jejak beberapa bangunan melalui lubang-lubang tiang yang masih terlihat pada lapisan tanah. Lubang tersebut dulunya menjadi tempat berdirinya tiang kayu untuk menopang dinding dan atap rumah.