Salah satu bangunan yang berhasil diidentifikasi memiliki panjang sekitar 30 meter. Selain itu, ditemukan pula jejak setidaknya dua rumah lainnya.

Penemuan makam di tengah permukiman memberikan gambaran bahwa lokasi tersebut bukan sekadar tempat pemakaman terpisah, melainkan bagian dari kawasan tempat manusia pernah tinggal dan beraktivitas.

Para arkeolog juga menilai penggalian di kawasan perkotaan tetap penting karena pembangunan modern tidak selalu menghilangkan seluruh jejak kehidupan masa lalu yang tersimpan di bawah tanah. Arkeolog negara bagian Saxony, Dr Regina Smolnik, menekankan pentingnya penelitian semacam ini.

"Penelitian kami di Leipzig-MΓΆckern menunjukkan dengan sangat jelas betapa pentingnya keterlibatan arkeologi, bahkan di kawasan perkotaan. Meskipun lokasi-lokasi tersebut kini telah menjadi bagian dari kawasan kota dan dibangun selama bertahun-tahun, bukti penting permukiman prasejarah dan sejarah awal masih dapat didokumentasikan di sana," ujarnya.

Penggalian dilakukan sejak Juli 2026 dan berlangsung hingga pertengahan Oktober. Area yang sudah selesai diteliti secara bertahap diserahkan kembali untuk pembangunan sekolah.

Sementara itu, temuan kerangka dan sisa permukiman akan menjalani analisis ilmiah lebih lanjut di Kantor Negara Bagian Saxony untuk Arkeologi. Penelitian tersebut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi mengenai kehidupan masyarakat yang menghuni kawasan Leipzig sekitar 7.000 tahun silam.