Artinya, ketika membahas kandungan karbohidrat dalam ube matcha latte, sumbernya tidak hanya berasal dari gula tambahan. Ube dan susu juga turut mengandung karbohidrat.
Ube dan matcha sama-sama memiliki senyawa bioaktif yang menarik dari sisi gizi.
Warna ungu pada ube berasal dari antosianin, salah satu jenis flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Selain antosianin, ube juga mengandung senyawa fenolik seperti asam galat, asam ferulat, dan asam kafeat yang turut berperan dalam aktivitas antioksidannya.
Sementara itu, matcha mengandung berbagai senyawa polifenol, terutama katekin. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu komponen bioaktif utama pada matcha.
Matcha juga mengandung L-theanine dan kafein. Kafein bekerja dengan menstimulasi sistem saraf pusat. Dalam jumlah sedang, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.
Kandungan kafein dalam matcha dapat berbeda tergantung jenis matcha dan jumlah bubuk yang digunakan. Karena itu, kandungan kafein dalam setiap ube matcha latte juga tidak selalu sama.
Susu sapi segar menjadi salah satu sumber protein dalam ube matcha latte. Pada takaran 50 ml yang digunakan dalam minuman ini, susu menyumbang sekitar 1,6 gram protein.