Berdasarkan laporan yang diterima polisi, warga menuding sebagian lahan mereka dirusak dan diserobot sepihak oleh WN China. Lahan tersebut kemudian diduga digunakan sebagai akses jalan menuju lokasi pertambangan liar.

"Laporan yang masuk ke Polres Sumbawa sudah ditangani dan ditanggapi," imbuh dia.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengakui sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sumbawa melibatkan pekerja asing. Namun, dia tidak menyebut secara spesifik asal tenaga kerja asing (TKA) tersebut.

"Sesuai laporan masyarakat ke kami, memang seperti itu informasinya," terang Jarot.