Optimalisasi program-program strategis tersebut terbukti mampu mendongkrak performa perusahaan secara berkelanjutan.
Berbagai inisiatif keberlanjutan lain seperti sustainable procurement dan pemberdayaan masyarakat turut mencatatkan rapor positif. Secara keseluruhan, kinerja tata kelola perusahaan pada sektor ini berhasil melampaui target hingga menyentuh angka 102 persen.
"Keberhasilan ini mencerminkan pelaksanaan program yang efektif terutama pada aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan," terang Baron.
Aspek tata kelola yang transparan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Integrasi prinsip ESG yang konsisten ini mengokohkan posisi Pertamina sebagai perusahaan peringkat pertama dunia untuk sub-industri Integrated Oil and Gas. Pada penilaian Carbon Disclosure Project (CDP), perusahaan sukses mengantongi skor B untuk kategori perubahan iklim dan A- untuk keamanan air.