NADIKABAR.COM — Kejuaraan Dunia F1 2026 terdiri dari 23 balapan di empat benua. Dalam kurun waktu sebulan, para pembalap bisa berlaga di tiga negara berbeda dengan zona waktu yang berbeda sehingga memicu para pembalap dan tim mengalami jet lag atau gangguan tidur akibat perpindahan zona waktu.
Pada 26 September 2026, F1 digelar di Baku, Azerbaijan. Sepekan kemudian, para pembalap F1 harus bertarung kembali di Sepang, Malaysia, dengan perbedaan waktu empat jam dari balapan sebelumnya.
Jadwal padat ini membuat pembalap dan kru teknisi memiliki waktu terbatas untuk menyesuaikan jam biologis. Karena itu, tim F1 juga berupaya untuk menjaga kesejahteraan kru agar tetap bisa bekerja optimal.
Mercedes-AMG Petronas F1 Team menggandeng perusahaan pencahayaan Signify untuk mendukung kebutuhan tersebut. Dengan menyelaraskan pencahayaan dengan ritme sirkadian tubuh, pencahayaan dapat membantu meningkatkan energi dan performa.
Salah satu teknologi pencahayaan yang digunakan adalah NatureConnect, sistem pencahayaan yang menghadirkan pola cahaya alami dan efek visual langit di dalam ruangan. Penggunaan teknologi ini diungkap Deputy Team Principal Mercedes-AMG Petronas F1 Team, Bradley Lord, dalam diskusi bersama Global Head of Sponsorship Signify, Nathalie Quere, di Marina Bay Street Circuit menjelang F1 GP Singapura 2026.
Bradley menjelaskan bahwa tim harus terus beradaptasi dengan perubahan zona waktu. Setelah balapan di Baku, yang memiliki selisih waktu tiga jam dari Inggris, tim melanjutkan perjalanan ke Malaysia dengan selisih tujuh jam, sebelum kembali ke Singapura.
"Bekerja dengan performa dan tingkat kewaspadaan yang tinggi harus dilakukan pada jam-jam gelap, yang tentu bertentangan dengan bioritme tubuh. Karena itu, penggunaan pencahayaan untuk mendukung aktivitas kami di kantor teknik maupun ruang kerja tim di lantai atas menjadi sangat penting," kata Bradley dalam diskusi yang dihadiri NadiKabar.
Mercedes-AMG Petronas F1 Team juga mengandalkan tim di markasnya di Inggris untuk mendukung persiapan balapan. Salah satu contohnya adalah penggunaan NatureConnect di ruang simulator tanpa jendela, tempat kru bekerja hingga larut malam untuk mengevaluasi pengaturan dan meningkatkan performa mobil.
"Di ruang simulator, kami menggunakan panel skylight NatureConnect untuk memberikan pengalaman yang lebih natural bagi para kru. Mereka benar-benar berada di ruangan gelap sepanjang malam, dari Jumat hingga Sabtu, untuk mengerjakan pengaturan dan berupaya meningkatkan performa mobil selama akhir pekan balapan," ujarnya.
Pengaturan pencahayaan dengan tingkat stimulasi melanopik yang tinggi membantu meningkatkan performa tim sekaligus menyediakan pencahayaan fungsional sesuai kebutuhan.
Di balik dukungan terhadap aktivitas tim, kolaborasi antara Mercedes-AMG Petronas F1 Team dan Signify juga mencakup pengembangan fasilitas yang menunjang kesejahteraan para kru. Kerja sama yang terjalin sejak 2024 ini berkembang dari diskusi mengenai desain dan pertukaran ide hingga penyediaan teknologi pencahayaan untuk Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan Mercedes-AMG Petronas F1 Team di Brackley, Inggris, yang dibuka pada 2026.
Global Head of Sponsorship Signify, Nathalie Quere, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut bermula pada November 2024, ketika tim inovasi dan desain Signify pertama kali bertemu dengan tim fasilitas Mercedes-AMG Petronas F1 Team. Saat itu, proyek masih berada pada tahap awal berupa gambar konsep dan ide untuk pusat kesehatan, kesejahteraan, serta area istirahat bagi para anggota tim.
"Ini hampir seperti lokakarya 'Blue Horizon' yang kami selenggarakan dengan tim Anda, tentang bagaimana kami dapat membawa keahlian, pengalaman, dan juga semua inovasi kami, agar Anda menyadari apa yang Anda tuju," ujar Nathalie
Nathalie menegaskan kerja sama antara pihaknya dan Mercedes-AMG Petronas F1 Team masih terus berproses. Tim Signify selalu sedia apabila ada perbaikan kecil atau pengembangan baru di Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan Mercedes-AMG Petronas F1 Team.