NADIKABAR.COM — Apple akhirnya merilis MacBook Pro pertamanya yang dibekali layar sentuh. Fitur semacam ini sudah ada sejak lama di ekosistem laptop Windows, dan Apple menghadirkan pendekatan kontrol sentuh yang dirancang sebagai input pelengkap di dalam sistem operasi macOS tanpa mengubah total antarmuka utama.
Perubahan paling menonjol pada macOS di MacBook Pro touchscreen ini adalah hadirnya fitur ikonik iOS, Dynamic Island, untuk pertama kalinya di lini Mac.
Fitur ini mempermudah interaksi cepat pengguna, seperti menerima transfer AirDrop hingga mengontrol pemutaran musik langsung lewat sentuhan di layar.
Sayangnya, Apple tidak membenamkan dukungan Apple Pencil untuk layar MacBook Pro ini. Apple hanya menerjemahkan berbagai gestur trackpad populer langsung ke atas permukaan layar sentuh:
Pendekatan Apple menempatkan touchscreen sebagai metode input sekunder ketimbang menggantikan fungsi keyboard dan trackpad. Seluruh aplikasi bawaan Apple secara otomatis merespons sentuhan sebagai klik, sementara sejumlah aplikasi pihak ketiga populer juga telah dioptimalkan untuk mendukung kontrol multitouch:
Dukungan multitouch pada aplikasi profesional seperti DaVinci Resolve dan Lightroom memberi fleksibilitas baru bagi para kreator konten saat menyunting video maupun foto secara presisi.
Peluncuran MacBook Pro touchscreen ini melengkapi rentetan gebrakan hardware dan software paling agresif Apple sepanjang tahun 2026 di bawah kepemimpinan John Ternus.
Sebelumnya, Apple sukses mencuri perhatian lewat peluncuran HP layar lipat pertamanya, iPhone Duo--yang daftar pemesanannya sudah mengular hingga tahun 2027--serta layar smart home HomeView.
Di sisi perangkat lunak, Apple juga memperbarui ekosistemnya lewat perilisan macOS 27, perbaikan kemampuan Siri berbasis Apple Intelligence, hingga pembaruan fitur pemantauan pada Apple Watch Series 12, demikian dikutip NadiKabar dari The Verge, Kamis (29/10/2026).