Dalam rapat membahas rekonstruksi tersebut, Gubernur Kumamoto Takashi Kimura mengatakan rencana tersebut harus menjadi harapan bagi wilayah terdampak bencana.

"Kita harus menjadikan rencana ini sebagai secercah harapan bagi daerah-daerah yang terdampak bencana," kata Kimura.

Pemerintah setempat juga telah menyusun peta jalan hingga tahun anggaran 2028 untuk memulihkan kehidupan masyarakat dan membangun kembali infrastruktur sosial.

Peta jalan tersebut mempertimbangkan berbagai kendala yang muncul, termasuk suhu panas ekstrem dan gangguan pasokan air yang perbaikannya perlu waktu satu bulan.

Rencana tersebut mencakup revisi pedoman operasional tempat pengungsian, penguatan sistem penyediaan air bersih dan saluran pembuangan, serta pemberian layanan kesehatan fisik dan mental bagi para korban bencana.

Rencana itu juga mencakup upaya baru untuk mengantisipasi tsunami, menyusul kekhawatiran bahwa segmen patahan yang membentang di lepas pantai dekat pusat gempa tidak mengalami pergeseran saat gempa terjadi.