Penelitian baru ini menemukan dua pesaing baru burung bersuara paling keras di dunia pada spesies burung lonceng berleher polos (sesama anggota genus Procnias) dan seriema berkaki merah, seekor burung tak bisa terbang asli Brasil. Masing-masing kicauannya melampaui ambang batas 120 desibel.

Perlahan-lahan, penjelasan mengenai bagaimana beberapa burung dapat berkicau jauh lebih keras dibanding yang lain terkuak, namun mengapa hal itu terjadi masih misterius.

"Sekarang kita tahu beberapa 'bagaimana'-nya. Tubuh lebih besar dan paruh lebih lebar, namun kita belum menemukan 'mengapa'-nya, dan kita mungkin memerlukan lebih banyak data dari lebih banyak spesies untuk mengurai apa yang sebenarnya terjadi di sisi ekologi maupun evolusinya," sebut Menezes.