"Jadi saya pikir InsyaAllah doakan saja mudah-mudahan nggak ada trouble di sektor listrik atau di pipa. Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika lifting naik tapi penyalurannya nggak bisa kita lakukan. Kemarin kan terjadi hambatan gitu," ujar Bahlil.

Di luar itu itu, Bahlil menyampaikan untuk target lifting minyak untuk 2026 sebesar 610 ribu barel per hari hingga kini belum tercapai akibat berbagai kendala. Salah satu kendala adalah penurunan produksi minyak secara alamiah atau natural decline di Blok Cepu yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Di Cepu yang tadinya puncak produksinya di 185 ribu barel per hari, dia turun menjadi 140 ribu barel per hari. Kemudian kita punya blok yang ada di Sumatra itu terjadi trouble listrik sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4-5 juta barel. Nah itu kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610 ribu barel," jelas Bahlil.