Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan berdasarkan tahapan perkembangan ekonominya. Salah satu infrastruktur penting yang dibangun untuk memperkuat sinergi ini adalah ketersediaan jaringan kantor yang sangat luas. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM di seluruh Indonesia.

Holding UMi juga tercatat memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak di lapangan. Kehadiran Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM sangat berperan dalam membangun kedekatan dengan nasabah. Mereka aktif memberikan edukasi keuangan hingga mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan kapasitas bisnis.

Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi pada akhirnya harus diukur dari perubahan kondisi ekonomi nasabah di dalam ekosistem tersebut.

"Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong," jelas Hery.