Dosen sekaligus peneliti IPB, Siti Nikmatin, mengatakan awal sinergi dilakukan dari banyaknya tandan kosong kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui berbagai uji laboratorium, ia menemukan formula yang tepat untuk mengolah serat tandan kosong menjadi material komposit.

Material tersebut dikembangkan menjadi berbagai produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri. Produk olahannya mencakup helm, sepatu, sandal, dan produk lainnya dari green composite.

"Kami bisa membuat helm, sepatu, sandal, dan beberapa produk lainnya dari green composite itu. Kemudian, ada komunikasi dengan PTPN I (Persero) Regional 2 yang dalam konteks ini memiliki banyak bahan baku tandan kosong. Akhirnya, kami membuat kesepakatan bersama untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk industri manufaktur," jelasnya.

Menurut Siti, model kerja sama yang dikembangkan tidak berorientasi pada keuntungan. Dalam kerja sama tersebut, PTPN I (Persero) Regional 2 memberikan pembiayaan untuk pengembangan dan produksi berbagai produk yang dibutuhkan perusahaan, dengan imbal hasil berupa produk.

IPB bekerja sama dengan startup company PT Material Data Space (MDS) dan PT Interstisi Material Maju (IMM) sebagai entitas operasional, untuk memenuhi syarat produksi. Hingga saat ini, PT MDS dan PT IMM telah memproduksi ribuan helm pengaman (safety helmet) dan produk fesyen pesanan PTPN.