"Perusahaan juga dapat membangun koneksi dengan calon mitra dan pemangku kepentingan yang tepat untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan memvalidasi potensi bisnis sebelum melakukan implementasi dalam skala yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, kami berharap LLV Innolab dapat membantu perusahaan global membangun pijakan bisnis yang kuat dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di Indonesia," imbuhnya.

Peluncuran Innolab di Kumpul Connect for Change Summit 2026

Sebelumnya, Innolab diperkenalkan oleh Partner at Living Lab Ventures, Bayu Seto dalam rangkaian Kumpul Connect for Change Summit 2026 pada 20 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan dan memperluas peluang kerja sama antara startup nasional dan ekosistem global. "Kami bangga meluncurkan Innolab untuk membantu perusahaan global bergerak dari sekadar menjajaki pasar Indonesia menjadi membangun peluang bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Bagi LLV, Innolab tidak hanya memfasilitasi akses pasar (market entry), tetapi juga mendorong kolaborasi pengembangan teknologi (co-innovation) di sektor strategis, yaitu energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, solusi lingkungan, dan sektor-sektor lain. Innolab turut menghadirkan alur program terstruktur mulai dari tahap penemuan (discovery), validasi ide (use case validation), hingga akselerasi eksperimen (POC acceleration)," ungkap Bayu.

Peluncuran Innolab turut diramaikan dengan sesi diskusi panel bertajuk "Accelerating Real-World Innovation", dengan sejumlah pembicara, yakni Patrick Lay (Founder & Director of Retragreen), Priscilla Tjin (Senior International Representative MDEC), dan Grace Anastasia (VP of Global Partnership & Go-To-Market at Living Lab Ventures).