Penjualan bahan bakar juga menyusut 26,5 persen menjadi 141,9 juta liter dari sebelumnya 193 juta liter.

Direktur ABM Investama Hans Manoe mengatakan perseroan terus mengoptimalkan hasil operasional dan menerapkan pengendalian biaya di seluruh entitas anak.

"Bagi kami, keberhasilan adalah ketika pertumbuhan dan peningkatan nilai perusahaan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat luas dalam kerangka lingkungan yang berkelanjutan," ujar Hans dalam keterangan resmi.

ABM Investama juga mencatat kondisi cuaca yang lebih mendukung selama sembilan bulan pertama 2026. Persentase jumlah jam hujan di lokasi operasional bisnis kontraktor pertambangan perseroan tercatat 30 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan produktivitas operasional. Volume overburden removal pada kuartal III 2026 meningkat 27,5 persen dibandingkan kuartal II 2026.

Sementara itu, volume coal getting tumbuh 9,6 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).

Dengan perkembangan tersebut, perseroan optimistis dapat mencapai target kinerja tahun buku 2026.

Kondisi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung di sebagian besar wilayah operasional juga dinilai dapat mendukung bisnis kontraktor pertambangan pada kuartal IV 2026.