Tak cuma urusan hardware, sistem operasi DSM 7.4 juga disuntikkan fitur Synology Tiering dan pemangkas duplikasi data. Fitur ini bekerja secara otomatis memilah data berdasarkan frekuensi akses serta menghapus berkas ganda yang menyita ruang.
Di masa mendatang, teknologi scale-out storage juga disiapkan agar perusahaan bisa mengubah dan menambah kapasitas storage secara bertahap tanpa perlu merombak total infrastruktur yang ada.
Selain urusan storage, ancaman peretasan ransomware menjadi mimpi buruk lain. Temuan Synology menunjukkan fakta pahit: hanya 2 dari 10 perusahaan di Indonesia (20%) yang merasa sangat yakin dapat memulihkan data mereka dengan cepat usai diserang ransomware.
Penyebab utamanya sederhana: banyak perusahaan merasa sudah aman karena memiliki backup, padahal sistem cadangan tersebut masih berada di dalam satu jaringan yang sama dengan sistem utama. Saat peretas membobol server pusat, file backup ikut terkunci atau dihapus.
"Memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan saat terjadi serangan," ungkap Sales Manager Synology, Joshua Nathanael, dalam keterangan yang diterima NadiKabar.