Melalui buku 11 jilid yang disusunnya, ia mendedikasikan karya tersebut untuk mengajak pembaca melihat historiografi Islam Nusantara sebagai ruang kajian ilmiah yang dinamis, terbuka terhadap berbagai perspektif, serta responsif terhadap penemuan sumber-sumber sejarah baru.

Dalam kerangka sejarah tersebut, organisasi Islam modern seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan berbagai ormas Islam lainnya diposisikan sebagai subjek aktif yang menghasilkan pengetahuan, menyimpan memori kolektif, serta mewariskan pengalaman melalui arsip dan dokumen internal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal LPOI sekaligus co-author buku, Imam Pituduh, menjelaskan bahwa pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi peluncuran perdana dilakukan untuk melakukan napak tilas sejarah revolusi kemerdekaan serta mengambil berkah semangat para wali dan kerajaan Nusantara dalam menyambut Hari Santri 2026.