Luhut mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan pengembangan kedua komoditas tersebut dengan mempertimbangkan potensi pasar yang dapat dimanfaatkan.

"Dua barang ini saya pikir kami melihat market, bisa beberapa miliar atau berapa puluh miliar downstreaming-nya," katanya.

Ia menilai pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan dapat menjadi langkah lanjutan pemerintah dalam memperluas hilirisasi ke sektor pertanian, setelah sebelumnya Indonesia mendorong pengolahan komoditas mineral, terutama nikel.