Karya-karya bersejarah tersebut saat ini sedang terancam kebakaran hutan yang terus berlangsung di sekitarnya. Api telah menyebar sampai di dekat gua Maros-Pangkep, asapnya juga mengepul sampai ke atas perbukitan karst yang telah menjadi taman nasional dan Geopark Global UNESCO tersebut.

Menurut laporan Reuters, Jumat (23/10), petugas pemadam kebakaran Muhammad Ikfar mengatakan api telah membakar wilayah itu selama lebih dari satu pekan di awal bulan Oktober dan menjalar hingga apinya berjarak hanya sekitar 800 meter dari gua.

Ikfar mengatakan lebih dari 270 hektare hutan di taman nasional atau Geopark Maros-Pangkep telah terbakar sejak tanggal 30 September hingga 18 Oktober. Para peneliti khawatir kondisi ini dapat merusak lukisan yang ada di gua tersebut.

"Dampak pertama dan paling merusak adalah panas. Bahkan tanpa api langsung yang menyentuh lukisan, hal itu dapat merusaknya karena mengubah suhu di sekitar lukisan dan mempercepat proses korosi," kata arkeolog dari Griffith University Basran Burhan.