Selain api yang dapat merusak lukisan serta panas yang bisa mempercepat korosi, asap hasil kebakaran tersebut juga berisiko menghasilkan jelaga, pecahan karbon berbentuk butiran halus yang hitam pekat.
"Asap membuat jelaga pada lukisan dan menutupinya, sehingga lukisan-lukisan itu menjadi buram dan sulit dikenali," katanya.
Hingga proses pemadaman pada hari Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), Ikfar mengatakan kondisi lahannya cenderung kering dan hujan belum juga turun di wilayah tersebut sejak api menyebar.
"Jika kita tidak segera melakukan sesuatu mengenai hal ini, jika tidak ada upaya mitigasi taktis untuk insiden ini, kita akan kehilangan salah satu bukti sejarah manusia yang paling menakjubkan di Maros-Pangkep. Dan itu sangat disayangkan," tegas Burhan.