Sebagai informasi, Luky sebelumnya dicopot oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026. Pencopotan dilakukan usai kisruh pengadaan 21 ribu motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu, butuh support bapak ibu sekalian, untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan terkini. Saya tadi juga ditanya, jadi program Bapak apa sebagai Wakil Menteri Keuangan? Saya bilang, nggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami pembantu presiden, pembantu Menteri Keuangan," ujar Luky.

Meski demikian, Luky menyebut terdapat tiga fokus yang sempat dibahas bersama Suahasil. Fokus pertama adalah menuntaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang telah memasuki tiga bulan terakhir.

"Nggak kerasa datang 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Ini etape terakhir di kuartal IV, kita tahu banyak sekali tantangannya," tuturnya. .

Fokus kedua adalah mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027 setelah disahkan DPR. Menurut Luky, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan agar APBN tahun depan dapat langsung berjalan. Ketiga adalah konsolidasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan.