NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman tiba di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis sore. Keduanya datang usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sejumlah pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tampak menyambut kedatangan keduanya, termasuk Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Tampak hadir pula Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.
Dalam sambutannya, Luky mengaku senang dapat kembali ke Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik menjadi Wamenkeu, Luky pernah menduduki sejumlah jabatan di Kemenkeu. Terakhir sebagai Direktur Jenderal Anggaran, namun dia diberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa yang kala itu menjadi Menteri Keuangan.
"Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tiada hentinya mengucap syukur Alhamdulillah atas kehendak-Nya saya bisa kembali lagi ke sini. Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya. Berat yang pasti ya Pak Menteri," kata Luky dalam sambutannya di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2026).
Luky menyebut dirinya membutuhkan dukungan jajaran Kemenkeu untuk mengejar berbagai target setelah sempat tidak berada di lingkungan kementerian. Dia menganggap dirinya bagaikan hibernasi selama beberapa bulan setelah sempat didepak Purbaya.
Sebagai informasi, Luky sebelumnya dicopot oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026. Pencopotan dilakukan usai kisruh pengadaan 21 ribu motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu, butuh support bapak ibu sekalian, untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan terkini. Saya tadi juga ditanya, jadi program Bapak apa sebagai Wakil Menteri Keuangan? Saya bilang, nggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami pembantu presiden, pembantu Menteri Keuangan," ujar Luky.
Meski demikian, Luky menyebut terdapat tiga fokus yang sempat dibahas bersama Suahasil. Fokus pertama adalah menuntaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang telah memasuki tiga bulan terakhir.
"Nggak kerasa datang 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Ini etape terakhir di kuartal IV, kita tahu banyak sekali tantangannya," tuturnya. .
Fokus kedua adalah mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027 setelah disahkan DPR. Menurut Luky, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan agar APBN tahun depan dapat langsung berjalan. Ketiga adalah konsolidasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan.
"Terakhir juga saya diskusi dengan Pak Menteri waktu itu adalah bagaimana kita konsolidasi internal untuk terus mendorong reform, reformasi yang dilakukan di Kementerian Keuangan," ujarnya.
Sementara itu, Nurkholisoh mengaku masih perlu banyak mempelajari organisasi dan tugas Kementerian Keuangan. Ia mengatakan telah berkarier selama sekitar 20 tahun di Bank Indonesia (BI) dan sebelumnya kerap berkoordinasi dengan Kemenkeu.
"Selama 20 tahun saya berkarier di Bank Indonesia, Bank Sentral Republik Indonesia. Jadi ini antara baru dan nggak baru. Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini," kata Nurkholisoh.
Nurkholisoh juga menyoroti jumlah pegawai Kemenkeu yang mencapai sekitar 80 ribu orang, jauh lebih besar dibandingkan BI yang menurutnya memiliki sekitar 6.000-7.000 pegawai.
"Apalagi saya dengar ini jumlah pegawai total puluhan ribu ya, 80 ribu, jauh sekali dibandingkan Bank Indonesia yang cuma sekitar 6.000-7.000. Jadi luar biasa tantangan ke depan, saya belum bisa bicara banyak tentang subyeknya itu sendiri, tapi saya ingin bisa bermanfaat bagi efektivitas organisasi," tutup Nurkholisoh.