Tekanan di pasar tenaga kerja menjadi perhatian pemerintah China karena penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu indikator utama kesehatan ekonomi. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menambah kekhawatiran terkait prospek pekerjaan.
Pada Juni, Beijing meluncurkan strategi employment-first untuk periode 2026-2030. Pemerintah berjanji memanfaatkan AI untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan. China juga berupaya mengembangkan industri baru, termasuk sektor kelautan, sebagai sumber pertumbuhan lapangan kerja.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah lulusan perguruan tinggi memilih mengikuti program pelatihan vokasi jangka pendek untuk mempelajari keterampilan praktis, seperti pelabelan data AI, demi meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan. Sebagian lainnya beralih ke pekerjaan berbasis gig atau pekerjaan lepas seiring menyempitnya peluang meniti karier melalui jalur konvensional.
Sementara itu, tingkat pengangguran penduduk berusia 25-29 tahun, tidak termasuk pelajar, tercatat sebesar 7,4% pada September. Angka tersebut turun tipis dari 7,5% pada Agustus. Secara keseluruhan, tingkat pengangguran di wilayah perkotaan China turun menjadi 5,2% pada September dari 5,3% pada bulan sebelumnya.