Kehadiran Touch menjadi perubahan besar dalam pendekatan Apple terhadap Mac. Selama ini, MacBook mengandalkan keyboard dan trackpad. Kini, pengguna mendapatkan alternatif interaksi yang lebih langsung.
Bagi editor video, kemampuan memindahkan klip atau memperbesar timeline dengan jari berpotensi mempercepat pekerjaan. Meski demikian, kenyamanan menyentuh layar laptop dalam waktu lama masih perlu dibuktikan melalui penggunaan nyata.
Apple turut memboyong Dynamic Island dari iPhone ke MacBook Pro. Fitur ini menjadi pusat interaksi untuk Spotlight, Live Activities, dan Siri AI.
Pengguna dapat melihat informasi secara real-time, menerima AirDrop, mengontrol musik, hingga mengakses asisten AI tanpa harus berpindah aplikasi.
Dynamic Island berpotensi membuat multitasking lebih praktis karena informasi penting tersedia di bagian atas layar. Namun, manfaatnya tidak sepenuhnya sama bagi semua pengguna.
Pasalnya, integrasi Spotlight dengan Dynamic Island membutuhkan Siri AI yang aktif. Ketersediaan Siri AI juga masih bergantung pada bahasa dan wilayah, sehingga pengalaman pengguna Indonesia perlu diperhatikan.
MacBook Pro terbaru ditenagai chip M5 Pro dan M5 Max yang dirancang untuk pekerjaan berat, mulai dari editing video 8K, rendering 3D, pengembangan aplikasi, hingga kecerdasan buatan.
Kedua chip dilengkapi Neural Accelerator pada setiap inti GPU, shader core yang ditingkatkan, serta ray tracing generasi ketiga untuk mempercepat pengolahan grafis.
Apple mengklaim M5 Max mampu menjalankan model bahasa besar dengan ratusan miliar parameter secara lokal. Laptop ini mendukung unified memory hingga 128GB dan penyimpanan SSD hingga 16TB.