NADIKABAR.COM — Noah Shinn, seorang mahasiswa drop out berusia 23 tahun, telah membangun salah satu startup AI dengan pertumbuhan tercepat di Silicon Valley. Perusahaannya, Instinct, mencapai valuasi USD 10 miliar kurang dari setahun sejak didirikan.
Dikutip NadiKabar dari VN Express, asisten AI pribadi ini muncul tiba-tiba dan langsung menarik perhatian di Silicon Valley sebelum berhasil meraup pendanaan USD 250 juta dengan valuasi USD 2,5 miliar.
Belum genap sebulan kemudian, Instinct meraup USD 1 miliar, melipatgandakan valuasinya empat kali lipat hingga mencapai USD 10 miliar. Pendanaan 28 September tersebut menarik investasi Sequoia Capital, Benchmark Capital, dan Coatue.
Pertumbuhan pesat terjadi meskipun Instinct saat ini hanya dapat diakses melalui undangan. Mereka hampir menyentuh USD 1 miliar dalam volume transaksi tahunan, sekitar setengahnya disumbang sektor perjalanan.
"Sejauh ini kami mengeluarkan biaya 0 dolar untuk pemasaran," kata Shinn, seperti dikutip Fortune. Permintaan begitu tinggi hingga beberapa pengguna menawarkan undangannya untuk dijual di eBay.
"Instinct adalah asisten pribadi yang memahami apa yang sedang Anda kerjakan dan apa yang penting bagi Anda. Sistem ini dilatih menggunakan ponsel dan komputer. Anda dapat mengirimkan pesan teks atau meneleponnya. Ia menggunakan perangkat tersebut dengan cara yang sama layaknya manusia," tulis situs startup tersebut.
Shinn tumbuh di kawasan San Francisco Bay Area dan bersekolah di SMA swasta di San Jose. Ia kuliah di Northeastern University di Boston, mendalami berbagai minat mulai dari pemrograman hingga teknik kedirgantaraan.