"Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Saya melihat masih banyak produk samping yang belum dimanfaatkan secara optimal. Saya percaya limbah bukan berarti tidak berguna. Tantangannya adalah menemukan cara agar limbah itu memiliki nilai dan memberi manfaat yang lebih besar," kata Gizky dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Perjalanan riset itu juga menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat terlibat langsung dalam penelitian berskala nasional sejak masih kuliah. Sebagai asisten peneliti di BRIN, Gizky terlibat dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari sintesis material katalis, pengujian laboratorium, hingga pengembangan teknologi yang berpotensi diterapkan di sektor energi.

Di bawah bimbingan Peneliti BRIN Deliana Dahnum serta Kepala Program Studi Renewable Energy Engineering Universitas Prasetiya Mulya Fidelis pengalaman tersebut memperkaya kompetensi sekaligus membangun portofolionya sebagai peneliti muda. Pengalaman itu menjadi salah satu bekal yang mengantarkannya meraih beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di Korea Selatan.

Menurut Fidelis, pengalaman riset menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di Program Studi Renewable Energy Engineering karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dibiasakan menyelesaikan persoalan nyata melalui pendekatan ilmiah.

"Mahasiswa akan belajar jauh lebih cepat ketika mereka diberi kesempatan menyelesaikan persoalan nyata. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi dengan BRIN dan berbagai mitra agar pengalaman riset tidak berhenti di laboratorium kampus. Perjalanan Gizky menunjukkan bagaimana pembelajaran, riset, dan kolaborasi dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat sekaligus membuka peluang di tingkat global," kata Fidelis.