Di Gyeongsang National University, Gizky berencana melanjutkan penelitian menggunakan material berbasis ZIF-67 untuk aplikasi penangkapan karbon dioksida (CO₂), teknologi yang diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Perjalanan Gizky memperlihatkan bahwa karir di bidang energi bersih dapat dibangun sejak di bangku kuliah melalui pengalaman riset, kolaborasi dengan industri, dan keterlibatan dalam proyek-proyek strategis. Seiring meningkatnya investasi pada sektor energi terbarukan, dekarbonisasi industri, dan teknologi keberlanjutan, kebutuhan terhadap talenta di bidang rekayasa energi juga terus bertumbuh.

Melalui Program Studi Renewable Energy Engineering (REE), Universitas Prasetiya Mulya, mahasiswa dibekali pengalaman belajar berbasis riset, proyek bersama industri, serta kolaborasi dengan lembaga penelitian nasional. Pendekatan tersebut membuka peluang karier di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, manufaktur, minyak dan gas, teknologi, konsultan keberlanjutan, lembaga riset, hingga perusahaan yang menjalankan transformasi menuju energi bersih. Lulusan juga memiliki kesempatan melanjutkan studi di berbagai universitas terkemuka dunia.

"Bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan energi bersih dan teknologi berkelanjutan, Program Studi Renewable Energy Engineering (REE) Universitas Prasetiya Mulya menawarkan lingkungan belajar yang menghubungkan ruang kelas, laboratorium riset, dan dunia industri. Pengalaman seperti yang dijalani Gizky menunjukkan bahwa langkah menuju karir di sektor energi masa depan dapat dimulai sejak menjadi mahasiswa," tutup Fidelis.

Informasi mengenai Program Studi Renewable Energy Engineering, kurikulum, beasiswa, dan jalur penerimaan mahasiswa baru dapat diperoleh melalui https://www.prasetiyamulya.ac.id/program-s1/s1-renewable-energy-engineering/.