Sejak 2015, Nicholas Reeves, Egyptolog dan salah satu penulis studi ini, mengemukakan teori bahwa Nefertiti mungkin disemayamkan di balik dinding makam tersebut.

Makam sang raja, yang ditemukan tahun 1922 oleh tim yang dipimpin Egyptolog Howard Carter, terlampau kecil untuk ukuran makam kerajaan. Reeves sebelumnya berpendapat salah satu dinding ruang pemakaman tersebut adalah palsu, yang sering digunakan para pembangun makam Mesir kuno untuk menyembunyikan ruangan lain.

Ia menduga makam tersebut awalnya mungkin dibangun jauh lebih besar, tapi ketika Tutankhamun wafat, pintu masuknya diubah dan diperbesar untuk proses pemakamannya, sementara area yang lebih dalam ditutup rapat.

Data yang mengindikasikan adanya sesuatu yang lebih di sana, baik makam Nefertiti maupun hal lainnya yang mungkin tersembunyi di balik makam Tutankhamun adalah sangat menarik. "Siapa yang tidak akan antusias?" kata Ray Johnson, mantan direktur Institute for the Study of Ancient Cultures.