Ciri lainnya adalah tidak memberi jeda di antara suapan. Makan terlalu terburu-buru bisa membuat seseorang menyuap makanan lagi meskipun makanan belum ditelan dengan sempurna. Padahal, memberikan jeda bisa memberikan sinyal kenyang dari tubuh ke otak.
Efek lainnya dari kebiasaan tersebut adalah membuat seseorang tidak sadar bahwa dirinya sudah kenyang. Mereka cenderung makan secara berlebihan melampaui kebutuhannya, sehingga perut akan terasa kembung dan begah.
Makan dengan terburu-buru bukan hanya mengurangi rasa nikmat dari makan, tetapi juga memberikan segenap efek buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa dampaknya bagi kesehatan:
Hubungan makan yang cepat dengan masalah pencernaan belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa kecepatan makan tidak berpengaruh pada orang dengan kondisi GERD atau kondisi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Meski begitu, makan terlalu cepat memang bisa membuat perut kembung dan penumpukan gas di saluran pencernaan. Kebiasaan tersebut membuat udara menjadi mudah tertelan saat makan yang bisa memicu gangguan pencernaan.
Makan terlalu cepat diduga bisa mengganggu proses pemecahan makanan dan penyerapan nutrisi oleh tubuh.