Apabila proses tersebut tidak berlangsung secara optimal, tubuh berpotensi tidak menyerap vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya dalam jumlah yang cukup. Rutin melakukan kebiasaan ini akan membuat tubuh akan kekurangan nutrisi.
Makan dengan cepat bisa meningkatkan kadar glukosa darah dan menurunkan respon insulin yang merupakan hormon untuk mengatur gula darah.
Penelitian menemukan seseorang yang menghabiskan makanan kurang dari 10 menit mengalami peningkatan gula darah lebih cepat dibanding yang makan 20 menit. Biasanya, kadar gula darah akan melonjak dua jam setelah makan.
Makan secara cepat bisa membuat seseorang secara tidak sadar makan berlebihan. Hal ini dikarenakan otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang.
Sebelum otak memberikan sinyal kenyang, seseorang cenderung terus makan karena belum merasa lapar. Makan terlalu banyak bisa mendorong kenaikan kadar glukosa dalam darah. Namun, hubungan ini belum bisa memvalidasi makan cepat secara langsung menyebabkan diabetes.
Dampak ini masih berhubungan dengan respon tubuh yang lambat untuk merasa kenyang. Kecenderungan terus memakan sebelum sadar sudah kenyang bisa membuat seseorang mengonsumsi banyak kalori. Lama-lama, kondisi ini akan membuat berat badan naik.