NADIKABAR.COM — Memiliki jadwal yang padat terkadang membuat seseorang terpaksa makan dengan buru-buru.
Sebelum makanannya dikunyah dan ditelan secara sempurna, seseorang bisa langsung menyendok lagi makanannya.
Tanpa sadar, makanan tersebut habis hanya dalam beberapa menit saja. Kebiasaan menghabiskan makanan dalam waktu singkat bukan cuma membuat seseorang kurang menikmati rasa makanan, tetapi kebiasaan itu juga bisa mendatangkan berbagai risiko kesehatan.
Lantas, apa saja ciri-ciri orang yang makan terlalu cepat dan apa dampaknya bagi kesehatan? Simak penjelasannya di bawah ini.
Mengutip dari Cleveland Clinic, orang yang makan cepat biasanya mampu menghabiskan lebih banyak makanan dalam waktu 20 menit dibandingkan orang yang makan perlahan. Efeknya bisa membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Selain itu, orang yang makan dengan cepat biasanya tidak mengunyah makanan dengan baik. Kebiasaan ini sangat disayangkan karena mengunyah makanan bermanfaat untuk memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah ditelan.
Ciri lainnya adalah tidak memberi jeda di antara suapan. Makan terlalu terburu-buru bisa membuat seseorang menyuap makanan lagi meskipun makanan belum ditelan dengan sempurna. Padahal, memberikan jeda bisa memberikan sinyal kenyang dari tubuh ke otak.
Efek lainnya dari kebiasaan tersebut adalah membuat seseorang tidak sadar bahwa dirinya sudah kenyang. Mereka cenderung makan secara berlebihan melampaui kebutuhannya, sehingga perut akan terasa kembung dan begah.
Makan dengan terburu-buru bukan hanya mengurangi rasa nikmat dari makan, tetapi juga memberikan segenap efek buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa dampaknya bagi kesehatan:
Hubungan makan yang cepat dengan masalah pencernaan belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa kecepatan makan tidak berpengaruh pada orang dengan kondisi GERD atau kondisi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Meski begitu, makan terlalu cepat memang bisa membuat perut kembung dan penumpukan gas di saluran pencernaan. Kebiasaan tersebut membuat udara menjadi mudah tertelan saat makan yang bisa memicu gangguan pencernaan.
Makan terlalu cepat diduga bisa mengganggu proses pemecahan makanan dan penyerapan nutrisi oleh tubuh.
Apabila proses tersebut tidak berlangsung secara optimal, tubuh berpotensi tidak menyerap vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya dalam jumlah yang cukup. Rutin melakukan kebiasaan ini akan membuat tubuh akan kekurangan nutrisi.
Makan dengan cepat bisa meningkatkan kadar glukosa darah dan menurunkan respon insulin yang merupakan hormon untuk mengatur gula darah.
Penelitian menemukan seseorang yang menghabiskan makanan kurang dari 10 menit mengalami peningkatan gula darah lebih cepat dibanding yang makan 20 menit. Biasanya, kadar gula darah akan melonjak dua jam setelah makan.
Makan secara cepat bisa membuat seseorang secara tidak sadar makan berlebihan. Hal ini dikarenakan otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang.
Sebelum otak memberikan sinyal kenyang, seseorang cenderung terus makan karena belum merasa lapar. Makan terlalu banyak bisa mendorong kenaikan kadar glukosa dalam darah. Namun, hubungan ini belum bisa memvalidasi makan cepat secara langsung menyebabkan diabetes.
Dampak ini masih berhubungan dengan respon tubuh yang lambat untuk merasa kenyang. Kecenderungan terus memakan sebelum sadar sudah kenyang bisa membuat seseorang mengonsumsi banyak kalori. Lama-lama, kondisi ini akan membuat berat badan naik.