NADIKABAR.COM — Pakar nutrisi menyarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan air untuk meredakan sembelit.

Profesor madya klinis nutrisi dari NYU Steinhardt Ethan Balk menyampaikan bahwa sembelit dapat terjadi karena kurangnya asupan serat, seperti disiarkan Channel News Asia, Minggu (27/9). Sembelit merupakan sebuah kondisi tubuh tidak buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam seminggu, tinja keras atau kesulitan mengeluarkan tinja.

Jumlah serat yang direkomendasikan adalah 21 gram hingga 38 gram per hari, namun jumlah konsumsi dapat bergantung kepada jenis kelamin dan usia individu. Konsumsi serat juga perlu diimbangi dengan meminum cairan yang cukup.

Di samping itu, ahli gastroenterologi di Mayo Clinic Dr. Arthur Beyder menyebut sejumlah makanan yang kaya akan serat seperti apel, yang satu buahnya mengandung hampir lima gram serat. Secara alami, apel kaya akan pektin, serat larut yang dapat membantu mengatur pergerakan usus.

Selain apel, kiwi menurut sebuah studi dapat meningkatkan pergerakan usus secara signifikan dan berkelanjutan.

Prune (buah prem kering) dan jus prune juga dapat dikonsumsi karena sudah dikenal sebagai obat sembelit klasik. Di dalamnya mengandung serat dan sorbitol.

Balk menyebut prune kaya akan sorbitol, alkohol gula yang dapat menghasilkan efek pencahar dengan menarik air ke dalam saluran usus.

Berikutnya, dia menyebut sayuran berdaun hijau kaya akan serat tidak larut yang dapat mempercepat transit di usus. Konsumsi sayuran seperti kale setiap hari telah terbukti secara signifikan meningkatkan pergerakan usus.

Pada oatmeal rata-rata mengandung empat gram serat per porsi. Kopi mengandung serat larut yang disebut beta-glukan, yang dapat membuat tinja lebih mudah dikeluarkan dan meningkatkan bakteri baik di usus.

Balk turut menyebut kopi yang seringkali membuat kita ingin buang air besar, meskipun belum diketahui dengan jelas mengapa hal itu bisa terjadi.

Kopi memiliki lebih dari 1.000 senyawa kimia dan kemungkinan ada banyak mekanisme bagaimana kopi bekerja. Namun, hal yang diketahui adalah bahwa kopi seringkali bekerja dengan cepat, merangsang usus besar dalam waktu empat menit, menurut sebuah penelitian.

Jika kita sensitif terhadap kafein, penelitian yang sama menemukan bahwa kopi tanpa kafein juga efektif mengatasi sembelit.

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti