NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyampaikan bahwa pemerintah tengah membidik salah satu dulau di Maluku untuk dijadikan sebagai Kawasan Industri. Bahkan ia menilai kawasan tersebut bisa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Sarmuji menjelaskan bahwa rencana pengembangan wilayah tersebut untuk dijadikan KEK tersebut karena adanya potensi hilirisasi sumber daya alam yang melimpah.
Meski begitu, Sarmuji tidak menjelaskan detail lokasinya. Ia hanya menejelaskan pulau yang dimaksud berada di ujung Maluku dan memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Timor Leste.
"Ada potensi bisa menjadi kawasan industri, bahkan mungkin bisa kita dorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yang memiliki potensi untuk betul-betul melakukan hilirisasi sumber daya kita dan menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan yang sangat besar," ujar Sarmuji di acara Rapimnas Kadin, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Sarmuji mengungkapkan saat ini pulau tersebut hanya dihuni sekitar ratusan kepala keluarga (KK). Namun, jika proses pengembangan menjadi KEK berjalan lancar dan dilakukan secara terintegrasi, pulau tersebut berpotensi menjadi pusat kegiatan industri yang menyerap 200 ribu hingga 250 ribu tenaga kerja.
"Pulau yang hanya dihuni kira-kira ratusan KK itu mungkin akan berpotensi hadir sekitar 200 sampai 200.000 sampai 250.000 tenaga kerja," terang Sarmuji.
Ketika ditanya lebih lanjut prosesnya saat ini terhadap rencana itu, Sarmuji belum bisa mengungkapkan lebih detailnya. Ia hanya berharap proses yang tengah berjalan ini bisa segera rampung dan mendapatkan dukungan dari dua kementerian lainnya.
"Saya belum bisa jelaskan secara gamblang, nanti mudah-mudahan di dua kementerian lain prosesnya lebih lancar lagi," tutur Sarmuji.