NADIKABAR.COM — Ayam dan udang sama-sama sumber protein yang mudah diolah, tetapi mereka yang perlu menjaga kadar kolesterol dalam darah ada baiknya memahami karakteristik lemak yang terkandung pada kedua bahan makanan itu.
Sebagaimana dikutip dalam siaran EatingWell pada Senin (19/10), ahli gizi Michelle Routhenstein menyampaikan bahwa manfaat daging ayam terutama berasal dari makanan yang digantikannya.
Pendiri dan pemimpin layanan konsultasi nutrisi Entirely Nourished itu mengatakan, menjadikan daging ayam tanpa kulit sebagai pengganti makanan berlemak jenuh tinggi seperti daging sapi berlemak atau daging olahan mungkin bisa membuat kadar kolesterol membaik.
"Namun, jika daging ayam digunakan untuk menggantikan ikan, kacang-kacangan, atau sumber protein rendah lemak lainnya, Anda tidak perlu terlalu mengharapkan adanya manfaat tambahan bagi kadar kolesterol," katanya.
Metode memasak, jenis bumbu, dan saus yang digunakan untuk menyajikan ayam juga mempengaruhi kadar lemak jenuh dalam hidangan.
Routhenstein menyampaikan, ayam tanpa kulit dengan proses pengolahan minimal bisa menjadi pilihan makanan dengan kadar lemak jenuh lebih rendah.
Menurut dia, daging ayam yang diolah dengan cara dipanggang, dibakar, atau dimasak menggunakan air fryer umumnya bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi orang yang berupaya mengelola kadar kolesterol.
"Menggoreng, melumuri dengan tepung roti, menyertakan kulit, atau menambahkan mentega dan saus kental dapat meningkatkan kadar lemak jenuh secara signifikan," katanya.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi daging unggas tidak berhubungan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Namun, ini bukan berarti daging ayam secara langsung dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.
Udang seringkali dihindari oleh orang yang berupaya mengendalikan kadar kolesterol.
Ahli gizi Renee Korczak mengatakan bahwa udang memang mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya rendah.
Satu porsi udang seberat tiga ons mengandung sekitar 161 miligram kolesterol, tetapi hampir tidak mengandung lemak jenuh.
"Bagi kebanyakan orang, asupan lemak jenuh dan pola makan secara keseluruhan jauh lebih berpengaruh terhadap kadar kolesterol LDL," kata Korczak merujuk pada low density lippoprotein yang dikenal sebagai kolesterol jahat.
Udang juga menyediakan sejumlah kecil asam lemak omega-3, yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol.
Routhenstein mengemukakan bahwa dampak konsumsi udang terhadap kadar kolesterol LDL berbeda-beda pada setiap individu.
Menurut dia, konsumsi udang mungkin menimbulkan peningkatan kadar LDL yang lebih besar pada orang dengan tingkat respons tinggi terhadap kolesterol dari makanan dibandingkan pada orang dengan tingkat respons rendah.
Korczak mengatakan bahwa daging ayam dan udang sama-sama bisa menjadi bagian pola makan yang menyehatkan jantung asal diolah dengan cara yang sehat tanpa menggunakan banyak minyak, mentega, dan bahan berlemak tinggi.
Routhestein menyampaikan bahwa jika tujuan khususnya untuk meminimalkan asupan kolesterol, dada ayam tanpa kulit umumnya bisa menjadi pilihan yang lebih unggul.
"Jika tujuannya adalah meminimalkan lemak jenuh sembari tetap memperoleh protein berkualitas tinggi, udang tanpa tambahan bumbu bisa menjadi pilihan yang baik," katanya.
Dalam upaya menekan asupan kolesterol dan lemak, daging ayam dan udang disarankan diolah menggunakan lemak sehat dan metode memasak yang sehat, misalnya dipanggang, dikukus, direbus, atau ditumis menggunakan sedikit minyak.
Selain itu, daging ayam maupun udang dapat disajikan bersama sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh yang kaya serat untuk menjaga kadar kolesterol.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah