5. Mendukung pola makan yang lebih beragam

Minuman probiotik dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan yang beragam, terutama jika berasal dari produk fermentasi dengan kandungan gizi yang baik.

WHO menekankan bahwa pola makan sehat perlu memperhatikan kecukupan, keseimbangan, keberagaman dan moderasi. Artinya, konsumsi minuman probiotik sebaiknya tetap dilengkapi dengan sayur, buah, sumber protein, biji-bijian dan makanan bergizi lainnya.

Jangan asal memilih minuman probiotik

Meski memiliki potensi manfaat, tidak semua minuman yang mengklaim mengandung probiotik otomatis memberikan efek kesehatan yang sama. Jenis dan strain mikroorganisme, jumlah yang dikonsumsi serta kondisi penyimpanan dapat memengaruhi produk tersebut.

Informasi mengenai genus, spesies dan strain mikroorganisme biasanya dapat dilihat pada label produk. National Institutes of Health juga menyebut belum ada rekomendasi resmi yang berlaku untuk semua orang sehat mengenai jenis, dosis dan lama konsumsi probiotik.

Perhatikan pula kandungan gula pada minuman probiotik. Produk yang mengandung gula tambahan cukup tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama jika dikonsumsi setiap hari.

Pada orang sehat, probiotik umumnya dianggap cukup aman dan sebagian orang mungkin mengalami efek ringan seperti gas. Namun, orang dengan kondisi serius atau sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati dan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.

Dengan demikian, minuman probiotik bisa menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi pola makan dan menjaga kesehatan pencernaan. Namun, manfaatnya tidak berdiri sendiri. Asupan serat yang cukup, konsumsi makanan beragam, aktivitas fisik, tidur yang baik dan pola makan seimbang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.