NADIKABAR.COM — Menjaga kesehatan pencernaan tidak hanya soal menghindari makanan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Pola makan sehari-hari juga ikut menentukan kondisi saluran cerna, termasuk pilihan makanan dan minuman yang mengandung mikroorganisme hidup atau probiotik.

Minuman probiotik seperti yoghurt, kefir, dan produk susu fermentasi cukup mudah ditemukan. Probiotik sendiri merupakan mikroorganisme hidup yang, dalam jumlah tertentu, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, manfaatnya tidak selalu sama karena jenis dan strain probiotik yang digunakan pada setiap produk bisa berbeda.

Lantas, apa saja manfaat minuman probiotik bagi pencernaan? Berikut penjelasannya.

1. Membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus

Di dalam saluran pencernaan terdapat berbagai mikroorganisme yang membentuk mikrobiota usus. Keberadaan mikroorganisme tersebut berperan dalam proses pencernaan dan berbagai fungsi tubuh.

Probiotik dapat berinteraksi dengan mikroorganisme yang sudah ada di dalam saluran pencernaan. Karena itu, konsumsi produk yang mengandung probiotik menjadi salah satu hal yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan usus.

Namun, bukan berarti semakin banyak probiotik yang dikonsumsi maka semakin sehat pencernaan. Efeknya bergantung pada jenis mikroorganisme, jumlah, kondisi tubuh dan produk yang dikonsumsi.

2. Membantu melancarkan buang air besar

Minuman fermentasi juga berpotensi membantu pola buang air besar. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang terbit pada 2025 melibatkan 25 penelitian dengan total 4.328 peserta.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan konsumsi makanan fermentasi berkaitan dengan peningkatan frekuensi buang air besar, perbaikan konsistensi tinja dan waktu transit usus yang lebih singkat. Meski demikian, para peneliti menilai tingkat kepastian bukti masih bervariasi dan sebagian besar tergolong rendah.

Artinya, minuman fermentasi dapat menjadi bagian dari pola makan, tetapi tidak bisa dianggap sebagai obat utama untuk masalah sembelit.

3. Membantu mengurangi beberapa keluhan pencernaan

Beberapa penelitian juga menemukan kemungkinan manfaat probiotik terhadap keluhan seperti kembung, diare dan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 dan mencakup berbagai penelitian tentang probiotik menemukan adanya hubungan antara konsumsi probiotik dan penurunan risiko beberapa gejala gastrointestinal, termasuk diare dan kembung. Namun, hasil tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan jenis probiotik dan kondisi yang diteliti.

4. Berpotensi membantu penderita IBS

Irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan pencernaan yang dapat menimbulkan keluhan seperti sakit perut, kembung dan perubahan pola buang air besar.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 terhadap 16 uji klinis dengan 1.264 pasien IBS menemukan bahwa konsumsi makanan fermentasi berkaitan dengan peluang perbaikan gejala secara keseluruhan. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan perbaikan yang konsisten pada semua gejala, termasuk sakit perut dan kembung.

Karena itu, penderita IBS sebaiknya tidak menjadikan minuman probiotik sebagai satu-satunya cara untuk mengendalikan gejala.

5. Mendukung pola makan yang lebih beragam

Minuman probiotik dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan yang beragam, terutama jika berasal dari produk fermentasi dengan kandungan gizi yang baik.

WHO menekankan bahwa pola makan sehat perlu memperhatikan kecukupan, keseimbangan, keberagaman dan moderasi. Artinya, konsumsi minuman probiotik sebaiknya tetap dilengkapi dengan sayur, buah, sumber protein, biji-bijian dan makanan bergizi lainnya.

Jangan asal memilih minuman probiotik

Meski memiliki potensi manfaat, tidak semua minuman yang mengklaim mengandung probiotik otomatis memberikan efek kesehatan yang sama. Jenis dan strain mikroorganisme, jumlah yang dikonsumsi serta kondisi penyimpanan dapat memengaruhi produk tersebut.

Informasi mengenai genus, spesies dan strain mikroorganisme biasanya dapat dilihat pada label produk. National Institutes of Health juga menyebut belum ada rekomendasi resmi yang berlaku untuk semua orang sehat mengenai jenis, dosis dan lama konsumsi probiotik.

Perhatikan pula kandungan gula pada minuman probiotik. Produk yang mengandung gula tambahan cukup tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama jika dikonsumsi setiap hari.

Pada orang sehat, probiotik umumnya dianggap cukup aman dan sebagian orang mungkin mengalami efek ringan seperti gas. Namun, orang dengan kondisi serius atau sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati dan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.

Dengan demikian, minuman probiotik bisa menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi pola makan dan menjaga kesehatan pencernaan. Namun, manfaatnya tidak berdiri sendiri. Asupan serat yang cukup, konsumsi makanan beragam, aktivitas fisik, tidur yang baik dan pola makan seimbang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.