Proses tersebut diperkirakan terjadi miliaran tahun lalu ketika bagian dalam Mars mendingin. Pendinginan membuat planet mengalami kontraksi sehingga keraknya mengalami deformasi dan beberapa bagian terdorong ke atas.
Menariknya, Mars saat ini tidak memiliki aktivitas tektonik seperti Bumi. Artinya, tebing raksasa yang terlihat sekarang merupakan peninggalan proses geologi yang sudah berlangsung sangat lama.
Di sekitar Thyles Rupes juga terdapat banyak kawah tumbukan dan bukit pasir. Beberapa pola bukit pasir menunjukkan bagaimana angin Mars terus memindahkan material di permukaan planet.
Mars Express sendiri telah mengamati Planet Merah sejak diluncurkan pada 2003. Kamera HRSC memungkinkan ilmuwan mempelajari permukaan Mars dalam warna sekaligus tiga dimensi, membantu mengungkap bagaimana planet tersebut berubah sepanjang sejarahnya.
Jadi, meski Mars tetap layak disebut Planet Merah, citra terbaru ESA menunjukkan bahwa julukan tersebut tidak menceritakan seluruh kisah warna planet tetangga Bumi itu. Di balik permukaan merahnya, Mars ternyata menyimpan lanskap yang bisa terlihat ungu, merah muda, putih, hingga gelap, tergantung material penyusunnya dan kondisi saat gambar diambil.