Ketiga, lookup dan referensi data. Keempat, Pivot Table dan Data Validation untuk mengontrol data. Kelima, penyusutan aset dengan SLN dan DDB. Keenam, analisis keuangan lewat What-If Analysis, DATEDIF, dan PMT. Ketujuh, visualisasi dan dashboard laporan.

Setiap sesi memakai studi kasus akuntansi dan latihan mandiri dengan file kerja, jadi kamu langsung mencoba, bukan cuma menonton. Pendekatan ini penting karena Excel baru terasa manfaatnya saat dipakai pada data yang mirip pekerjaan sehari-hari.