Sementara itu, OJK sebelumnya mengungkap lima perusahaan dalam antrean penawaran umum perdana saham. Total nilai emisi dari kelima perusahaan tersebut mencapai Rp 2,028 triliun.

"5 perusahaan, perkiraan emisinya di atas Rp 2 triliun, Rp 2,028 triliun," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Hasan menjelaskan, realisasi penghimpunan dana di pasar modal hingga saat ini telah mencapai Rp 169,5 triliun. Selain itu, masih terdapat pipeline penawaran umum secara total untuk seluruh instrumen investasi senilai Rp 27,61 triliun.

Hasan memperkirakan ada potensi tambahan penghimpunan dana sekitar Rp 24 triliun hingga akhir tahun. Dana tersebut berasal dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk yang jatuh tempo dan berpotensi melakukan refinancing.

"Berarti masih ada peluang lah kita untuk bisa berharap mencapai angka target yang dicanangkan Rp 250 triliun dimaksud," jelasnya.