Suara yang dihasilkan motor MotoGP sejatinya sangat keras. Tingkat kebisingannya mendekati batas 130 desibel yang ditetapkan FIM. Para pebalap selama ini mengandalkan earplug untuk melindungi pendengaran mereka.
Meski begitu, MotoGP tetap mengembangkan sistem tersebut. Senior Director of Media Production Technology MotoGP Group, Sergi Sendra, mengatakan radio ini sejak awal dirancang terutama untuk alasan keselamatan.
Salah satu contohnya adalah ketika terjadi red flag. Informasi tersebut harus bisa diterima seluruh pebalap secara bersamaan dan tanpa jeda, di mana pun posisi mereka berada di lintasan.
Karena kebutuhan tersebut, MotoGP tak bisa menggunakan radio biasa. Sistem yang dikembangkan menggunakan transmisi audio digital berbasis IP agar pesan dapat dikirim secara cepat dan serentak.
"Tahap awal melibatkan pebalap dan sistem komunikasi independen. Kemudian muncul tantangannya: bagaimana cara memasang mikrofon dan earplug tanpa mengganggu homologasi helm? Itu adalah kendala besar, karena FIM memiliki standar keselamatan baru," kata dia.