NADIKABAR.COM — Rangkaian touring jarak jauh MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 resmi berakhir setelah menuntaskan sembilan etape perjalanan. Menggunakan line-up skutik premium MAXI Yamaha, ekspedisi ini membawa peserta menjelajahi berbagai wilayah Indonesia dari barat hingga timur dengan total jarak lebih dari 3.300 kilometer.

Selama perjalanan, MTBN 2026 melintasi 36 kota dan kabupaten di enam pulau besar Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain menguji performa dan kenyamanan skutik MAXI Yamaha di berbagai karakter jalan, perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi destinasi wisata, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

"Melalui MTBN, kami ingin semakin mempertegas image MAXI Yamaha sebagai skutik 'Raja Touring', karena tidak hanya memiliki performa dan durabilitas yang mumpuni, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur unggulan yang sangat mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh," ungkap Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Rifki Maulana dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Menurut Rifki, perjalanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Yamaha mengangkat potensi wisata dan budaya daerah.

"Lebih dari itu, perjalanan ini juga menjadi cara Yamaha untuk ikut mengangkat potensi wisata dan budaya daerah agar semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal," ujar Rifki.

"Antusiasme yang kami temui di sepanjang perjalanan juga menggambarkan bagaimana setelah lebih dari satu dekade hadir di Indonesia, konsumen MAXI Yamaha terus tumbuh, semakin solid, dan kini tersebar luas di berbagai penjuru Tanah Air," imbuhnya.

Perjalanan dari Barat ke Timur Nusantara

Perjalanan panjang MTBN 2026 menghadirkan sederet cerita menarik dari berbagai penjuru Indonesia. Setiap wilayah menawarkan karakter perjalanan yang berbeda, baik dari sisi medan jalan, lanskap alam, budaya, maupun interaksi dengan masyarakat lokal. Keberagaman inilah yang membuat setiap etape memiliki cerita dan pengalaman eksplorasinya masing-masing.

Perjalanan dimulai dari kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Peserta menyusuri sejumlah destinasi di Toba dan Pulau Samosir, mulai dari Balige, Meat, Tele, Pangururan, Bukit Holbung, Sibeabea, hingga sejumlah perkampungan adat Batak.

Selain menawarkan jalur yang dipenuhi tanjakan, turunan, dan tikungan, etape pembuka ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya masyarakat Batak yang masih terjaga hingga saat ini.

Dari Sumatera Utara, perjalanan berlanjut menuju Bengkulu dengan mengeksplorasi kawasan dataran tinggi hingga pesisir. Beberapa destinasi yang disambangi tim redaksi lain Sungai Trokon, Pantai Sungai Suci, serta hamparan Kebun Teh Kepahiang.

Eksplorasi juga menelusuri sisi historis Bengkulu melalui kunjungan ke Rumah Fatmawati dan Rumah Pengasingan Bung Karno, dua landmark bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan kemerdekaan Indonesia. Kombinasi wisata alam dan sejarah memberikan pengalaman berbeda pada etape kedua.