NADIKABAR.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu memenuhi kebutuhan makan siswa SLB B YPAC Banda Aceh, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Guru Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA di SLB B YPAC Banda Aceh Nurhasanah mengatakan kehadiran program tersebut disambut antusias oleh para siswa yang kini dapat menikmati makanan beragam selama mengikuti kegiatan belajar.
"Kadang-kadang rumahnya yang jauh, di Aceh Besar belum sarapan," kata Nurhasanah di Jakarta, Rabu.
Nurhasanah mengaku telah mengajar di sekolah tersebut sejak 2013. Sebelum program MBG berjalan, sebagian siswa mengandalkan uang jajan dari orang tua untuk membeli makanan di kantin. Namun, uang tersebut tidak selalu mencukupi kebutuhan mereka.
Sebagian siswa juga harus berangkat dari rumah sejak pagi. Mereka umumnya tiba di sekolah sekitar pukul 07.15 WIB, sehingga tidak sempat sarapan sebelum memulai pembelajaran.
Kini, para siswa dapat menikmati makanan bersama di aula sekolah. Antusiasme mereka terlihat ketika hidangan tiba, terutama jika menu yang disajikan merupakan makanan kesukaan atau dilengkapi buah-buahan.
Menurut Nurhasanah, program tersebut juga membantu keluarga dengan keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan makan anak selama berada di sekolah.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan makan bersama menjadi kesempatan bagi guru untuk membimbing siswa membiasakan perilaku positif, seperti membaca doa sebelum makan dan menerapkan tata cara makan yang baik sesuai nilai-nilai Islam.
Meski demikian, ia menilai perhatian terhadap kebutuhan makanan setiap siswa tetap diperlukan, karena mereka memiliki kondisi dan selera yang berbeda. Sebagian siswa, misalnya, masih kurang menyukai sayuran hijau.
Nurhasanah berharap program MBG dapat terus berlanjut dengan tetap menjaga kualitas makanan yang disediakan bagi para siswa.
"Harapan kami ke depan, apabila MBG dilanjutkan, kualitasnya tetap dijaga," tuturnya.
Ia mengapresiasi pemerintah atas pelaksanaan program tersebut, karena membantu memenuhi kebutuhan makan siswa selama mengikuti pembelajaran, khususnya bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan.
Menurutnya, antusiasme siswa dalam menyambut makanan menjadi salah satu hal yang menggembirakan bagi para guru yang mendampingi mereka setiap hari.