Sebagai contoh, pemerintah memberikan insentif sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar kepada daerah dengan tingkat inflasi terbaik di masing-masing wilayah.

"Misalnya daerah dengan tingkat inflasi yang terbaik di satu region, itu nanti juaranya dikasih insentif Rp2-3 miliar gitu. Jadi Rp1 triliun itu jumlah semua, MBG tahun depan itu menjadi salah satu parameternya," ujarnya.

Sudaryono menegaskan pemberian insentif tetap mengacu pada ketentuan Kemendagri. Sejumlah indikator yang selama ini digunakan antara lain tingkat inflasi, penurunan angka pengangguran, dan penurunan tingkat kemiskinan.

Namun, pemerintah kini tengah menyusun indikator tambahan bersama BGN untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program MBG di daerah.

"Nah, ada satu lagi indikator yaitu bagaimana ini yang sedang kita define (susun) dengan BGN, indikatornya apa? Indikatornya apakah misalnya penurunan angka stunting misalnya, atau misalnya indikatornya adalah apa? Keberhasilan dari pelayanan MBG misalnya, atau apa, ini yang sedang kita siapkan," paparnya.