BEEF memperluas bisnisnya ke sektor peternakan sapi perah melalui akuisisi aset di Sukabumi, Jawa Barat. Aset yang diambil alih mencakup lahan seluas 30,05 hektare atau 300.500 meter persegi, fasilitas peternakan sapi perah, serta infrastruktur untuk memproduksi susu kemasan.
Langkah tersebut melanjutkan pengembangan bisnis susu yang sebelumnya dilakukan BEEF melalui impor 250 ekor sapi perah untuk peternakan di Banyumas pada awal 2026.
Ekspansi ini dilakukan di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan susu dari luar negeri. Berdasarkan data yang tercantum, produksi susu domestik baru mencapai sekitar 820,90 ribu ton atau setara 20% dari total kebutuhan nasional sebesar 4,68 juta ton. Adapun kekurangan pasokan sekitar 3,86 juta ton masih harus dipenuhi melalui impor.
Tidak hanya mengembangkan peternakan, BEEF juga membidik pengembangan produk susu kemasan hingga wisata edukasi peternakan. Melalui langkah tersebut, Perseroan memperluas cakupan bisnis agribisnis protein hewani yang sebelumnya berfokus pada produk daging, kini turut mencakup produk susu.
PART berencana menerbitkan maksimal 8 miliar saham baru melalui aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau rights issue. Setiap saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp25.
Meski jumlah maksimal saham yang akan diterbitkan sudah ditetapkan, PART belum mengumumkan rasio HMETD maupun harga pelaksanaannya. Kedua informasi tersebut, termasuk jumlah final saham baru, akan disampaikan lebih lanjut melalui prospektus.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, sepenuhnya direncanakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan. Alokasinya meliputi pembelian bahan baku, pembayaran kepada pemasok, biaya tenaga kerja, kebutuhan produksi, serta biaya distribusi. Namun, rencana tersebut juga berpotensi mengubah porsi kepemilikan pemegang saham lama.
Jika seluruh 8 miliar saham baru diterbitkan dan pemegang saham tidak menggunakan hak HMETD-nya, tingkat dilusi kepemilikan diperkirakan dapat mencapai sekitar 73,73%.
Rencana rights issue ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2026. Pernyataan pendaftaran aksi korporasi tersebut wajib memperoleh pernyataan efektif paling lambat 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB.
PTRO - Buy 2550-2570 | TP 2620-2670 | SL 2430