NADIKABAR.COM — Samsung telah meluncurkan sederet perangkat rumah tangga hingga solusi bisnis berbasis AI di Asia Tenggara dan Osenia. Ada kulkas, AC, dan mesin cuci yang semakin cerdas. Foto: Panji Saputro/NadiKabar Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Pihak Samsung mengatakan mereka menghadirkan teknologi WindFree yang menjadi keunggulan utama dalam portofolio HVAC. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Teknologi ini hadir pada AC Bespoke AI WindFree Pro, yang menggabungkan desain ramping dan fitur berbasis AI. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Jadi AC ini menawarkan tujuh hembusan angin yang didukung oleh AI, mulai dari mode Max, Surround, Long Reach, Down, AI Direct, AI Indirect, dan Windfree. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

AI Direct Wind mampu mendeteksi pergerakan dan posisi penggunanya di dalam ruangan, sehingga angin yang berhembus akan lebih terarah. Sementara AI Indirect Wind menjaga kenyamanan penggunanya, karena angin yang berhembus tidak langsung mengarah ke tubuh. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Lalu Samsung juga punya kulkas dengan beragam kecanggihan berkat dukungan AI. Pengguna bisa mendengarkan musik di Spotify hingga menonton video di YouTube. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Kulkas ini dapat mengenali makanan-makanan yang ada di dalamnya, berkat deteksi kamera AI berbasis cloud, serta dalam mencatat tanggal kedaluwarsanya. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Kulkas ini juga dapat memberikan resep makanan, detail dengan info bahan-bahan apa saja yang dibbutuhkan. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Selain itu, widget FoodNote yang diperkenalkan Samsung tahun ini, dapat memberikan saran daftar belanja mengacu pada kebiasaan pengguna mengonsumsi makanan atau bahan yang sering digunakan.

Disebutkan kalau kulkas ini dibekali layar LCD 32 inci dengan dukungan Bixby, asisten virtual berbasis AI kepunyaan Samsung. Dengan begitu, penggunanya dapat dengan mudah mengontrol kulkas ini melalui fitur utama Bixby seperti Voice, Vision, dan Text Call.

Regional Head of Home Appliances, Vice President Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Bernard Ang, menjelaskan bahwa Samsung terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat aktivitas mencuci semakin praktis, salah satunya melalui AI Wash+. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Mesin cuci terbaru Samsung untuk segmen business-to-business (B2B) memiliki kapasitas 18 kg. Pada mode normal, proses pencucian dapat selesai dalam waktu 36 menit. Sementara mode heavy duty yang dirancang untuk pencucian lebih intensif membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Sedangkan mesin pengeringnya mampu menampung hingga 14 kg pakaian. Untuk mesin pengering, Samsung mengklaim mode normal maupun heavy duty dapat menyelesaikan proses pengeringan dalam 45 menit. Dengan demikian, proses mencuci menggunakan mode heavy duty dan dilanjutkan pengeringan membutuhkan waktu total sekitar 95 menit. Foto: Panji Saputro/NadiKabar

Keunggulan lain mesin cuci Samsung untuk bisnis laundry adalah fitur Manager Mode yang memberikan keleluasaan kepada pengelola usaha dalam mengatur operasional perangkat. Melalui panel kontrol, pemilik bisnis dapat menyesuaikan sejumlah pengaturan pencucian, mulai dari jumlah pembilasan, ketinggian air, hingga kecepatan putaran. Foto: Panji Saputro/NadiKabar