"Kalau untuk kondisi kamar Bung Karno memang disterilkan dari zaman dulu kondisinya begitu, dijaga keasliannya. Paling ada kami tambahkan buku-buku tentang Bung Karno di meja. Ada pewangi ruangan agar yang masuk pun nyaman," ujar Jajang.

Jajang menuturkan semua petugas jaga dan keamanan lapas telah dibekali wawasan dan pengetahuan seputar keberadaan Bung Karno di Lapas Sukamiskin kala menjadi tahanan politik Belanda. Sehingga petugas jaga dapat memandu wisatawan.

"Nanti yang jadi tour guide-nya dari bagian umum. Kalau memang pas di hari libur atau kami sudah pulang, paling ada dari petugas pengamanan yang menemani. Pegawai-pegawai kami sudah kami beri wawasan, sudah membaca silabusnya mengenai kamar Bung Karno," pungkas Jajang.

Bung Karno sebelum dibui di Lapas Sukamiskin, terlebih dahulu ditahan di Penjara Banceuy akibat aktivitas politiknya bersama Partai Nasional Indonesia (PNI). Belanda kala itu merasa terancam.

Di sel 233, yang saat ini dikenal sebagai Kamar Nomor 1 Blok Timur Atas, Bung Karno menuangkan pemikiran dan perjuangannya melalui tulisan, termasuk menyusun dan menyempurnakan pembelaannya yang kemudian dikenal dengan judul 'Indonesia Menggugat'.

Baik Dinas Pariwisata Bandung maupun Lapas Sukamiskin memelihara keaslian sel Bung Karno sebagai bagian dari ruang museum sejarah dan napak tilas untuk mengenang perjuangan Sang Proklamator.