NADIKABAR.COM β€” Menteri Agama Nasaruddin Umar meyakini Syarikat Islam (SI) akan memasuki babak baru perjuangan melalui penguatan ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid, pesantren, serta koperasi.

"Jika kita ingin melihat sejarah pergerakan nasional yang paling pertama, itu adalah Serikat Dagang Islam, dengan visi memerdekakan umat melalui penguatan ekonomi agar tidak terpinggirkan," kata Nasaruddin saat menutup Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Ia menjelaskan Kementerian Agama mendorong optimalisasi masjid dan pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif, termasuk melalui pengembangan minimarket umat dan koperasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Nasaruddin menjelaskan, potensi ratusan ribu masjid dan puluhan ribu pesantren di Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi bersama apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan, termasuk melalui sinergi Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam masa jihad 2026–2031 Ferry Juliantono mengatakan kebangkitan koperasi merupakan bagian dari upaya melanjutkan gagasan sosialisme Islam yang diperjuangkan H.O.S. Tjokroaminoto dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.

Ferry menilai penguatan ekonomi kerakyatan sesuai Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 membutuhkan perjuangan dan keterlibatan seluruh elemen bangsa, dengan koperasi sebagai instrumen usaha bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

β€œDakwah ekonomi Syarikat Islam bertujuan mewujudkan kemerdekaan sejati melalui penguatan ekonomi kerakyatan yang berakar pada gagasan sosialisme Islam H.O.S. Tjokroaminoto,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam masa jihad 2026–2031 Hamdan Zoelva menekankan pentingnya konsistensi menjalankan dakwah ekonomi sekaligus mengembalikan identitas organisasi sebagai gerakan yang tumbuh dari tradisi kewirausahaan dan perjuangan para pendahulu.

Ia mengajak kader memperkuat kembali peran Syarikat Islam dalam membangun kemandirian ekonomi umat agar organisasi tersebut tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

β€œKita fokus pada organisasi dakwah dan kembali pada DNA awal Syarikat Islam yang lahir dari para pengusaha melalui Serikat Dagang Islam,” ujar Hamdan.

Penutupan kongres tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat dakwah ekonomi melalui sinergi koperasi, masjid, dan pesantren guna mendorong kemandirian masyarakat serta mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.